DISPARITAS KEJADIAN UNMET NEED DI PROVINSI SULAWESI SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.58901/jikp.v8i1.2058Kata Kunci:
Unmeet Need, Keluarga Berencana, Pendidikan, Jumlah Anak, Paparan MediaAbstrak
Latar belakang: Masalah utama program KB di Indonesia adalah tingginya angka unmet need, di mana Sulawesi Selatan mencapai 14,3% (di atas rata-rata nasional 8,5%). Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui disparitas kejadian unmet need KB di Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan umur, pendidikan, jumlah anak, riwayat kontrasepsi, dan paparan media. Metode: Desain potong lintang (cross-sectional) dengan sampel 1262 wanita usia subur (WUS) menikah/hidup bersama umur 15-49 tahun dari data sekunder PMA2020 putaran 1 tahun 2015. Sampel dipilih melalui stratified two-stage sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistik. Hasil: Angka unmet need KB di Sulawesi Selatan adalah 22,5%. Terdapat disparitas kejadian unmet need yang signifikan berdasarkan tingkat pendidikan (p=0,002), jumlah anak hidup (p=0,018), dan paparan media massa (p=0,000). Tidak ada disparitas signifikan berdasarkan umur (p=0,654) dan riwayat kontrasepsi (p=0,877). Simpulan: Variabel pendidikan, jumlah anak, dan paparan media merupakan faktor pembeda unmet need KB, dengan paparan media massa sebagai faktor dominan yang paling berpengaruh (OR=1,624; 95% CI=1,176-2,243).
Kata kunci: unmet need, keluarga berencana, pendidikan, jumlah anak, paparan media






