Pengaruh Kebiasaan Mengonsumsi Pisang Ambon Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.58901/jikp.v15i2.1860Kata Kunci:
Pisang Ambon, Hipertensi, Lansia, Tekanan Darah, Terapi Non-FarmakologisAbstrak
Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat dan memerlukan penanganan komprehensif, termasuk melalui pendekatan terapi non-farmakologis. Pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum) diketahui mengandung kalium tinggi yang berperan dalam mekanisme penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi pisang ambon terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Kintom Kabupaten Banggai. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test without control. Sampel berjumlah 38 responden lansia penderita hipertensi di Desa Solan wilayah kerja Puskesmas Kintom. Intervensi dilakukan selama 5 hari dengan pemberian pisang ambon seberat 236 gram per hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan derajat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi, sebagian besar responden (63,2%) mengalami penurunan tekanan darah ke kategori pra-hipertensi, sedangkan 36,8% masih berada pada kategori hipertensi derajat 1. Seluruh responden mengalami penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < α = 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Disimpulkan bahwa konsumsi pisang ambon secara signifikan berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Kintom Kabupaten Banggai tahun 2025. Konsumsi pisang ambon dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer non-farmakologis dalam penatalaksanaan hipertensi pada lansia.






