Hubungan Kualitas Tidur Terhadap Konsentrasi Belajar Pada Anak SD Inpres Mantikole
DOI:
https://doi.org/10.58901/jikp.v15i2.1857Kata Kunci:
Children, Students, Learning Concentration, Sleep QualityAbstrak
Kualitas tidur merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi fungsi kognitif, termasuk konsentrasi belajar pada anak. Di Indonesia, prevalensi gangguan tidur pada anak sekolah cukup tinggi, yaitu sekitar 20–40%, yang berdampak pada penurunan kemampuan konsentrasi. Hasil observasi awal di SD Inpres Mantikole menunjukkan sebagian besar siswa mengalami kantuk saat proses pembelajaran, yang mengindikasikan adanya masalah kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada anak di SD Inpres Mantikole. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 92 siswa, dengan sampel sebanyak 48 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Grid Concentration Test (GCT) untuk mengukur konsentrasi belajar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk (68,8%) dan tingkat konsentrasi belajar yang kurang (66,7%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada anak. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar pada anak di SD Inpres Mantikole. Kualitas tidur yang buruk cenderung menyebabkan penurunan konsentrasi belajar siswa






