HUBUNGAN PEMBERIAN OBAT ANALGESIK TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA JAKARTA 2022
DOI:
https://doi.org/10.58901/jiki.v9i4.409Keywords:
Pemberian Obat Analgesik, Post Sectio Caesarea, Tingkat nyeriAbstract
Hasil Riskesdas 2010 menyatakan terdapat 16,5% persalinan dilakukan melalui operasi. Setiap tahunnya banyak mengalami peningkatan persalinan melalui Sectio Caesarea Pasien yang menjalani persalinan dengan metode sectio caesarea biasanya merasakan berbagai ketidak nyamanan terhadap nyeri. Nyeri luka operasi dapat diakibatkan karena tidak dilakukan pemberian obat analgesic pada tingkat nyeri setelah post Sectio Caesarea.Untuk mengetahui hubungan pemberian obat analgetik terhadap tingkat nyeri pasien post Sectio Caesarea di Jakarta pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan total 20 responden. Analis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank Correlation.Pada penelitian ini menunjukan bahwa dalam memberikan pemberian analgesic terhadap tingkat nyeri pada pasien post Sectio Caesarea sangat berhubungan terhadap tingkat nyeri pada pasien post Sectio Caesarea yang ditunjukkan dengan nilai ρ-value = 0.003 < α (0,05) Dengan demikian kesimpulan dan saran yang bisa diberikan dengan memberikan analgesic terhadap tingkat nyeri pada pasien post Sectio Caesarea memiliki hubungan terhadap tingkat nyeri luka operasi. Sehingga dapat dijadikan inovasi baru sebagai upaya pengurangan tingkat nyeri pasien post Sectio Caesarea untuk pasien yang mengalami Sectio Caesaria pada ibu hamil dengan pada trimester 1.
