Dampak Intervensi Self-Healing terhadap Intensitas Nyeri pada Ibu yang Mengalami Persalinan Kala I Aktif
DOI:
https://doi.org/10.58901/jiki.v13i2.1700Kata Kunci:
Nyeri Persalinan, Terapi Self-Healing, Fase Aktif Persalinan, Intervensi NonfarmakologisAbstrak
Latar Belakang: Nyeri persalinan yang dialami selama fase aktif kala I sering kali intens dan dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan fisik maupun psikologis ibu bersalin. Intervensi nonfarmakologis seperti terapi self-healing semakin banyak dieksplorasi sebagai pendekatan pelengkap dalam manajemen nyeri persalinan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi self-healing terhadap intensitas nyeri pada ibu yang berada dalam fase aktif kala I.
Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan desain pre-test dan post-test yang melibatkan 10 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Intensitas nyeri dinilai sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan paired t-test.
Hasil: Sebelum diberikan terapi self-healing, sebanyak 80% responden mengalami nyeri sedang hingga berat yang masih terkontrol, dan 20% mengalami nyeri berat yang tidak terkontrol. Setelah intervensi, seluruh peserta (100%) melaporkan penurunan intensitas nyeri menjadi kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan bahwa terapi self-healing berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyeri persalinan (p = 0.0003) dengan nilai t sebesar 7,07.
Kesimpulan: Terapi self-healing efektif secara signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri selama fase aktif kala I. Intervensi ini dapat menjadi strategi nonfarmakologis alternatif dalam manajemen nyeri persalinan di fasilitas pelayanan maternitas.
