IDENTIFIKASI JAMU YANG BEREDAR DI KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Abstract
Jamu dikenal sebagai obat tradisional yang telah diwariskan secara turun temurun dan berasal dari tumbuh-tumbuhan. Namun, terdapat beberapa pelaku industri yang menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti paracetamol ke dalam jamu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan BKO khususnya paracetamol dan mengukur jumlah kadar BKO dalam jamu pegal linu yang beredar di Kota Makassar. Sampe yang diambil merupakan Sebagian dari populasi termasuk jamu pegal linu yang belum diperiksa BPOM. Metode analisi yang digunakan adalah uji kuantitatif dengan Spektrofotometri UV-Visible. Pada sampel jamu yang diuji dengan 3 replikasi pada jamu yang sama positif memiliki kandungan BKO paracetamol dengan hasil uji Spektrofotometri UV-Vis diperoleh Panjang gelombang maksimum 246 nm dan absorbansi berturut-turut 0,047, 0,020, dan 0,045 dengan kadar paracetamol yang diperoleh adalah 12,252pada replikasi 1, 5,208 pada replikasi 2, dan 11, 736 pada replikasi 3. Dengan rata rata kadar paracetamol yang terkandung pada jamu pegal linu sebesar 9,732 .