I Jurnal artikel ilmiah
jurnal bunga cengkeh
Abstract
Demam merupakan respons fisiologis tubuh yang paling sering dijumpai pada berbagai penyakit infeksi dan menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia. Penggunaan antipiretik sintetik dalam jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif bahan alam yang lebih aman, salah satunya bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L.) yang mengandung eugenol, flavonoid, tanin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik ekstrak etanol bunga cengkeh pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi demam. Penelitian merupakan eksperimen laboratorium menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (parasetamol 1,3 mg/kgBB), serta ekstrak etanol bunga cengkeh dosis 250, 500, dan 1000 mg/kgBB. Demam diinduksi menggunakan suspensi pepton 20% secara intraperitoneal, dan suhu rektal diukur setiap 30 menit selama 120 menit setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, One Way ANOVA, dan dilanjutkan uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dosis ekstrak menurunkan suhu rektal mencit secara bermakna dibandingkan kontrol negatif (F=123,595; p=0,000), dengan penurunan suhu tertinggi pada dosis 1000 mg/kgBB (0,33°C), diikuti dosis 500 mg/kgBB (0,25°C) dan dosis 250 mg/kgBB (0,23°C), meskipun ketiganya masih lebih rendah dibandingkan parasetamol (0,36°C). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bunga cengkeh memiliki aktivitas antipiretik pada mencit yang diinduksi pepton, dengan dosis 1000 mg/kgBB sebagai dosis paling optimal.

