AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI HIJAU DAN SANGRAI KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) GAYO TERHADAP Staphylococcus aureus
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, termasuk kopi Arabika dari dataran tinggi Gayo yang terkenal akan cita rasanya. Selain sebagai minuman, kopi juga diketahui memiliki aktivitas antibakteri karena kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak biji kopi Arabika (Coffea arabica L.) dari dataran tinggi Gayo antara biji hijau dan biji sangrai terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu aquadest sebagai kontrol negatif, ciprofloxacin sebagai kontrol positif, ekstrak etanol biji hijau dan ekstrak biji sangrai kopi Arabika Gayo dengan masing-masing 6 kali pengulangan. Pengujian mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia biji hijau dan biji sangrai menunjukkan hasil positif terhadap senyawa tanin, saponin, fenolik, flavonoid dan alkaloid. Namun, pada ekstrak biji hijau kopi Arabika negatif mengandung senyawa terpenoid, sementara ekstrak biji sangrai negatif mengandung senyawa steroid. Hasil uji mikrobiologi rata-rata diameter zona hambat terbesar ditunjukkan oleh ekstrak etanol biji sangrai dengan diameter 17,6 mm. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa ekstrak biji sangrai kopi Arabika Gayo sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus (P=0,000). Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan (P<0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji sangrai kopi Arabika Gayo lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcous aureus dibandingkan dengan biji hijau kopi Arabika Gayo.

