I IDENTIFIKASI SENYAWA FRAKSI DAUN KAKAO (Theobroma cacao L.) MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI DAN SPEKTROFOTOMETRI
analisis dan kuantitatif senyawa flavanoid
Abstract
Indonesia merupakan negara tropis dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk potensi sumber daya alam seperti daun kakao (Theobroma cacao L.) yang mengandung berbagai senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dalam fraksi daun kakao melalui pendekatan fraksinasi, kromatografi, dan spektrofotometri UV-Vis. Proses dimulai dengan ekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan fraksinasi cair-padat dengan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol, dan akuades. Identifikasi senyawa dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan KLT Preparatif (KLTP), diikuti analisis kuantitatif kadar flavonoid menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 417 nm dengan kuersetin sebagai pembanding. Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dan etanol mengandung senyawa alkaloid, steroid, dan flavonoid, dengan kadar flavonoid total tertinggi pada fraksi etil asetat sebesar 9,474 mg/mL QE. Analisis KLT memperlihatkan pola fluoresensi yang serupa dengan kuersetin, terutama pada fraksi etanol. Nilai Rf yang diperoleh berada dalam rentang yang baik (0,2–0,8), mengindikasikan keberhasilan pemisahan senyawa. Kesimpulannya, daun kakao memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif alami, khususnya flavonoid, yang dapat dikembangkan untuk aplikasi di bidang farmasi dan kesehatan.

