Hubungan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Stunting Pada Balita di Puskesmas Salotungo
DOI:
https://doi.org/10.58901/jphha.v2i2.1858Kata Kunci:
low birth weight, stunting, children under five.Abstrak
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor risisko stunting adalah berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara BBLR dengan kejadian stunting pada balita usia 0-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Salotungo Kabupaten Soppeng.
Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross selection. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di Wilayah Kerja Puskesmas Salotungo dengan jumlah sampel sebanyak 80 balita menggunakan Teknik total sampling. Data di peroleh dari buku KIA dan catatan posyandu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan Tingkat signifikan 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kejadian stunting lebih tinggi pada balita dengan Riwayat BBLR dibandingkan balita yang tidak BBLR. Hasil uji statistic menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara BBLR dengan kejadian stunting (ρ < 0,05).
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan pemantauan pertumbuhan bayi dengan riwayat BBLR serta edukasi gizi sejak masa kehamilan.