HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG PELAYANAN PRIMA TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI UPTD PUSKESMAS LIU KECAMATAN SABBANGPARU KABUPATEN WAJO
Abstract
Kesehatan sebagai hak asasi manusia harus dijamin dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara persepsi pelanggan dengan pelayanan prima dan tingkat kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Liu, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, pada tahun 2024, dengan fokus pada lima dimensi: bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden merasa puas, dengan persepsi yang baik pada semua dimensi. Temuan ini pentingnya pelayanan kesehatan berkualitas untuk meningkatkan kepuasan pasien. Kesehatan diakui sebagai hak asasi manusia yang fundamental, yang menjamin akses yang adil terhadap perawatan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat Indonesia. WHO menekankan bahwa kesehatan merupakan investasi dan kewajiban, sebagaimana yang digariskan dalam Undang-Undang Kesehatan tahun 2009. Puskesmas berperan krusial dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan bermutu, penuh kehangatan dan profesionalisme. Penelitian yang dilakukan di UPTD Puskesmas Liu, Sabbangparu, Wajo, bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi pelayanan prima dengan kepuasan pasien pada berbagai dimensi, meliputi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Temuan tersebut menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara kualitas layanan dan kepuasan pasien, yang menggarisbawahi perlunya manajemen kesehatan yang efektif dan peningkatan berkelanjutan dalam pemberian layanan.

