HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN TINDAKAN PASIEN PENYAKIT PERIODONTAL DI POLI GIGI BLUD RSUD KOTA KOTAMOBAGU PROVINSI SULAWESI UTARA
Abstract
Kesehatan adalah kondisi menyeluruh yang mencakup kesejahteraan fisik, mental, spiritual, dan sosial, sehingga memungkinkan seseorang menjalani hidup yang produktif secara sosial dan ekonomi. Upaya peningkatan kesehatan dilakukan melalui kegiatan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan untuk melindungi serta meningkatkan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini meliputi pencegahan penyakit, promosi kesehatan, pengobatan, dan rehabilitasi yang dilaksanakan bersama oleh pemerintah dan masyarakat (Kemenkes RI, 2021). Perkembangan penyakit periodontal bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi kondisi lokal, kebiasaan kebersihan mulut, lingkungan kerja, kebiasaan merokok, tingkat stres, dan faktor psikososial. Selain itu, tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi yang rendah seringkali berkorelasi dengan rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, sehingga menimbulkan tantangan yang signifikan bagi inisiatif kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk pencegahan dan penanggulangan (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2021). Tujuan Untuk menganalisis Hubungan Motivasi Dengan Tindakan Pasien Penyakit Periodontal di Poli Gigi BLUD RSUD Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, Sampel 41 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi intrinsik dengan tindakan pasien untuk berkunjung di poli BLUD RSUD Kota Kotamobagu dalam penanganan penyakit periodontal. Sementara itu, untuk nilai p-value sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi ekstrinsik dengan tindakan pasien untuk berkunjung di poli gigi BLUD RSUD Kota Kotamobagu dalam penanganan penyakit periodontal. Kesimpulannya terdapat hubungan Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik dengan tindakan pasien.

