HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KARIES GIGI ANAK SD NEGERI 12 MANADO KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA
Abstract
Status gizi berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara umum maupun khususnya pada kesehatan rongga mulut. Asupan gizi yang optimal sangat diperlukan selama masa pertumbuhan awal, karena ketidakseimbangan gizi dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang memengaruhi fungsi biologis serta struktur jaringan keras dan lunak di mulut, termasuk risiko terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian karies gigi pada siswa SD Negeri 12 Manado, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional, Sampel 45 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 responden, terdapat 3 anak dengan status gizi sangat kurus, 14 anak kurus, 15 anak dengan status gizi normal, 12 anak gemuk, dan 1 anak sangat gemuk. Untuk kategori karies gigi permanen (DMF-T), sebanyak 24 anak berada pada kategori sangat rendah, 9 anak rendah, 6 anak sedang, 6 anak tinggi, dan tidak ada yang masuk kategori sangat tinggi. Sementara itu, untuk karies gigi susu (def-t), terdapat 20 anak pada kategori sangat rendah, 14 anak rendah, 6 anak sedang, 5 anak tinggi, dan tidak ada yang sangat tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,389 untuk hubungan antara status gizi dengan karies gigi permanen (DMF-T), dan p-value sebesar 0,502 untuk hubungan status gizi dengan karies gigi susu (def-t). Karena kedua nilai tersebut lebih besar dari batas signifikansi (p > 0,05), Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian karies gigi pada anak.

