Jurnal Farmasi Al-Ghafiqi
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JUFAL
<p data-start="123" data-end="365"><strong data-start="123" data-end="211">JUFAL merupakan Jurnal dari ITKES Muhammadiyah Sidrap dengan Scope Kimia, Farmasi. /</strong><br data-start="211" data-end="214"> <em data-start="214" data-end="363">JUFAL (Jurnal Farmasi Al-Ghafiqi) is a scientific journal published by ITKeS Muhammadiyah Sidrap, focusing on the fields of Chemistry and Pharmacy.</em></p> <p data-start="367" data-end="499"><strong data-start="367" data-end="437">Terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, Agustus. /</strong><br data-start="437" data-end="440"> <em data-start="440" data-end="497">It is published twice a year, in February and August.</em></p> <p data-start="501" data-end="826"><strong data-start="501" data-end="670">Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian berkualitas tinggi yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu kefarmasian dan disiplin ilmu terkait. /</strong><br data-start="670" data-end="673"> <em data-start="673" data-end="824">The journal aims to disseminate high-quality research findings that contribute to the advancement of pharmaceutical sciences and related disciplines.</em></p> <p data-start="828" data-end="1097"><strong data-start="828" data-end="971">JUFAL menerima artikel penelitian asli, artikel tinjauan, laporan kasus, dan komunikasi singkat yang relevan dengan ruang lingkup jurnal. /</strong><br data-start="971" data-end="974"> <em data-start="974" data-end="1095">JUFAL welcomes original research articles, review papers, case reports, and short communications relevant to its scope.</em></p> <p data-start="1534" data-end="1718"> </p> <h3 data-start="160" data-end="210"><strong data-start="164" data-end="208">Proses Peer Review / Peer Review Process</strong></h3> <p data-start="212" data-end="588">Semua naskah yang dikirimkan ke redaksi akan melalui <strong data-start="265" data-end="290">tahap peninjauan awal</strong> oleh Dewan Editorial untuk memastikan kesesuaian dengan ruang lingkup, pedoman, dan standar etika jurnal. /<br data-start="398" data-end="401"> <em data-start="401" data-end="586">All manuscripts submitted to the editorial office undergo an initial screening by the Editorial Board to ensure conformity with the journal’s scope, guidelines, and ethical standards.</em></p> <p data-start="590" data-end="863">Naskah yang memenuhi kriteria ini kemudian diteruskan kepada <strong data-start="651" data-end="668">mitra bestari</strong> untuk dievaluasi melalui <strong data-start="694" data-end="726">proses tinjauan double-blind</strong>. /<br data-start="729" data-end="732"> <em data-start="732" data-end="861">Manuscripts that meet these criteria are then forwarded to peer reviewers for evaluation through a double-blind review process.</em></p> <p data-start="865" data-end="1136">Selama proses tinjauan, setiap naskah dinilai berdasarkan <strong data-start="923" data-end="999">kualitas ilmiah, orisinalitas, ketelitian metodologi, dan akurasi teknis</strong>. /<br data-start="1002" data-end="1005"> <em data-start="1005" data-end="1134">During the review, each manuscript is assessed for scientific merit, originality, methodological rigor, and technical accuracy.</em></p> <p data-start="1138" data-end="1300">Berdasarkan rekomendasi mitra bestari, Dewan Editorial dapat memutuskan untuk: /<br data-start="1218" data-end="1221"> <em data-start="1221" data-end="1298">Based on the reviewers’ recommendations, the Editorial Board may decide to:</em></p> <ul data-start="1301" data-end="1494"> <li class="show" data-start="1301" data-end="1376"> <p data-start="1303" data-end="1376">Menerima naskah tanpa revisi / <em data-start="1334" data-end="1374">Accept the manuscript without revision</em></p> </li> <li class="show" data-start="1377" data-end="1449"> <p data-start="1379" data-end="1449">Meminta revisi minor atau mayor / <em data-start="1413" data-end="1447">Request minor or major revisions</em></p> </li> <li class="show" data-start="1450" data-end="1494"> <p data-start="1452" data-end="1494">Menolak naskah / <em data-start="1469" data-end="1492">Reject the manuscript</em></p> </li> </ul> <p data-start="1496" data-end="1692">Penulis diberi kesempatan untuk merevisi naskah mereka sesuai komentar dari mitra bestari. /<br data-start="1588" data-end="1591"> <em data-start="1591" data-end="1690">Authors are given the opportunity to revise their manuscripts in response to reviewers’ comments.</em></p> <p data-start="1694" data-end="1876">Proses tinjauan ini umumnya memakan waktu maksimal <strong data-start="1745" data-end="1759">satu bulan</strong> sejak pengajuan awal. /<br data-start="1783" data-end="1786"> <em data-start="1786" data-end="1874">The entire review process typically takes up to one month from the initial submission.</em></p>LPPM ITKES Muhammadiyah Sidrapen-USJurnal Farmasi Al-Ghafiqi3064-2280FARMAKOVIGILANS PENGGUNAAN OBAT PADA USIA LANJUT DI NEGARA BERKEMBANG
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JUFAL/article/view/1689
<p>Usia lanjut merupakan populasi yang berisiko tinggi penggunaan obat yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, studi farmakovigilan terhadap populasi usia lanjut diperlukan khususnya di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai peran farmakovigilans dalam penggunaan obat pada usia lanjut berdasarkan usia dan jenis kelamin di negara berkembang. Metode yang digunakan adalah <em>narrative review.</em> Kriteri inklusi berupa artikel yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025), serta membahas secara langsung perkembangan famakovigilans dalam penggunaan obat pada geriatri di negara berkembang. Hasil yang dipereloh dari pencarian <em>narrative review </em>berupa 5 artikel yang terdiri dari India, Tiongkok, Irak, Pakistan, dan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian obat yang tidak diinginkan akibat penggunaan di rumah sakit India sebagian besar terjadi pada pasien berusia 60-65 tahun sebesar 39,20% dan didominasi oleh kelamin laki-laki (55,07%), rumah sakit Tiongkok paling banyak terjadi pada kelompok usia 65–74 tahun (48,70%) dan banyak terjadi kelamin laki-laki (54,11%), rumah sakit Irak banyak terjadi pada usia 45–64 tahun dengan didominasi laki-laki (50,4%) dibandingkan dengan perempuan (44,5%), rumah sakit Pakistan banyak terjadi pada usia >60 tahun (45%) dan didominasi oleh kelamin perempuan (39,5%), sedangkan di rumah sakit Indonesia paling banyak terjadi pada usia 51–60 tahun (48,4%) dan didominasi oleh kelamin perempuan (65,6%). Kesimpulannya farmakovigilans pada penggunaan obat pada usia lanjut di negara berkembang seperti India, Tiongkok, Irak, Pakistan dan Indonesia menunjukkan bahwa kejadian obat yang tidak diinginkan banyak terjadi pada kelompok usia rentang 60–80 tahun dan didominasi pada pasien berjenis kelamin laki-laki. </p>Muhammd NuhAnnisa FirdausEndang Darmawan
##submission.copyrightStatement##
2025-12-082025-12-081319AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI HIJAU DAN SANGRAI KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) GAYO TERHADAP Staphylococcus aureus
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JUFAL/article/view/1672
<p>Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, termasuk kopi Arabika dari dataran tinggi Gayo yang terkenal akan cita rasanya. Selain sebagai minuman, kopi juga diketahui memiliki aktivitas antibakteri karena kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak biji kopi Arabika (<em>Coffea arabica</em> L.) dari dataran tinggi Gayo antara biji hijau dan biji sangrai terhadap bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu <em>aquadest</em> sebagai kontrol negatif, <em>ciprofloxacin</em> sebagai kontrol positif, ekstrak etanol biji hijau dan ekstrak biji sangrai kopi Arabika Gayo dengan masing-masing 6 kali pengulangan. Pengujian mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia biji hijau dan biji sangrai menunjukkan hasil positif terhadap senyawa tanin, saponin, fenolik, flavonoid dan alkaloid. Namun, pada ekstrak biji hijau kopi Arabika negatif mengandung senyawa terpenoid, sementara ekstrak biji sangrai negatif mengandung senyawa steroid. Hasil uji mikrobiologi rata-rata diameter zona hambat terbesar ditunjukkan oleh ekstrak etanol biji sangrai dengan diameter 17,6 mm. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa ekstrak biji sangrai kopi Arabika Gayo sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus aureus </em>(P=0,000). Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan (P<0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji sangrai kopi Arabika Gayo lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcous aureus</em> dibandingkan dengan biji hijau kopi Arabika Gayo.</p>Munira S. Si MuniraRizki Firmansyahrasidah rasidahSafrina SafrinaSafrina SafrinaMuhammad Nasir
##submission.copyrightStatement##
2025-12-082025-12-08131022IDENTIFICATION OF FLAVONOID COMPOUNDS IN THE STEM BARK FRACTION OF JAMBU BOL (Syzygium malaccense) USING CHROMATOGRAPHY AND UV-VIS SPECTROPHOTOMETRY METHODS
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JUFAL/article/view/1456
<p>Kulit batang jambu bol (Syzygium malaccense) merupakan salah satu bagian tanaman yang diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif pada fraksi kulit batang jambu bol melalui metode kromatografi dan spektrofotometri UV-Vis. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut N-heksan, etil asetat, dan akuades. Identifikasi senyawa dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan kromatografi lapis tipis preparatif (KLTP), diikuti analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis terhadap senyawa flavonoid dengan quersetin sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol dan N-heksan menghasilkan noda dengan nilai Rf 1 dan warna khas yang menunjukkan keberadaan flavonoid. Analisis UV-Vis menunjukkan panjang gelombang maksimum pada 417 nm dengan kadar senyawa aktif sebesar 3,97–4,03 mg/L. Dengan demikian, ekstrak kulit batang jambu bol terbukti mengandung senyawa aktif flavonoid, meskipun dalam kadar yang relatif rendah.</p>Uud Dwihastiwi
##submission.copyrightStatement##
2025-12-082025-12-08132335