https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPKK/issue/feedJurnal Pendidikan Keperawatan dan Kebidanan2026-08-20T11:32:33+08:00Suci Qardhawijayantijurnalpendidikankeperawatankebidanan@itkesmusidrap.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal ini merupakan jurnal yang akan menerbitkan artikel-artikel di bidang keperawatan dan kebidanan untuk mahasiswa, dosen, dan praktisi.</p>https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPKK/article/view/1877EFEKTIVITAS DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENURUNAN ANSIETAS PADA PASIEN POSTPARTUM Ny. MA DI RUANG ARAFAH 2 RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH: STUDI KASUS2026-08-20T10:48:03+08:00tri abeliattri.abeliaa@gmail.com<p><strong><em>ABSTRAK </em></strong></p> <p><em>Ansietas merupakan respons emosional berupa perasaan khawatir, takut, dan gelisah yang muncul akibat adanya stresor, baik yang bersifat nyata maupun yang dipersepsika. Ansietas pada pasien post section caesarea dapat dipengaruhi oleh keterpisahan ibu dan bayi, ketidakpastian kondisi kesehatan bayi, serta pengalaman traumatis sebelumnya yang dapat meningkatkan rasa takut dan kekhawatiran ibu. Ansietas yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada kualitas istirahat, proses pemulihan postpartum, serta kemampuan ibu dalam menjalankan peran dan merawat bayinya. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan yang tepat untuk membantu menurunkan tingkat kecemasan pada ibu post section caesarea. Studi kasus ini bertujuan untuk mengaplikasikan asuhan keperawatan pada Ny. MA usia 33 tahun yang mengalami ansietas postpartum terkait kondisi bayinya yang dirawat di NICU di Ruang Arafah 2 RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami kecemasan, perasaan khawatir, sedih, gelisah, sulit tidur, serta peningkatan frekuensi pernapasan akibat kondisi bayinya dan pengalaman kehilangan janin sebelumnya. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah ansietas berhubungan dengan kondisi bayi. Intervensi yang diberikan berupa dukungan keluarga sebagai pendekatan nonfarmakologis berbasis Evidence Based Nursing (EBN), meliputi pendampingan emosional, pemberian afirmasi positif, mendengarkan keluhan pasien, serta menciptakan suasana yang suportif selama perawatan. Evaluasi setelah tiga hari menunjukkan adanya penurunan kecemasan yang ditandai dengan pasien tampak lebih tenang, rileks, dan tidak lagi gelisah. Studi ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga efektif dalam membantu menurunkan ansietas pada ibu postpartum dengan bayi yang dirawat di NICU sehingga dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan holistik dalam praktik klinik.</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci</em></strong><em> : post sectio caesarea, ansietas, dukungan keluarga</em></p>2026-08-20T10:47:43+08:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPKK/article/view/1887PENERAPAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PHLEBITIS PADA PASIEN FRAKTUR DI RUANG RAWAT INAP BEDAH ORTHOPEDI RUMAH SAKIT BANDA ACEH2026-08-20T10:54:55+08:00Nurul Mardiahnrlmrdiah16@gmail.com<p>Pelayanan keperawatan di rumah sakit memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu tindakan yang sering dilakukan adalah terapi intravena melalui pemasangan kateter vena perifer untuk pemberian cairan, obat, antibiotik, dan terapi pendukung lainnya. Namun, tindakan tersebut dapat menimbulkan komplikasi berupa phlebitis apabila tidak dilakukan sesuai standar prosedur operasional dan prinsip aseptik. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan pencegahan dan pengendalian phlebitis pada pasien fraktur di Ruang Rawat Inap Bedah Orthopedi RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis studi kasus ini adalah kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap 10 orang perawat pelaksana menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan statistik deskriptif. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa penerapan pencegahan dan pengendalian phlebitis secara keseluruhan masih berada pada kategori belum optimal sebesar 60%. Komponen <em>hand hygiene</em> dan pembersihan jalur kateter menunjukkan hasil optimal sebesar 60%, sedangkan pengawasan alat dan selang infus menunjukkan 70% belum optimal. Sementara itu, preparasi integumen dan manajemen <em>dressing</em> intravena menunjukkan hasil optimal sebesar 100%. Disimpulkan bahwa penerapan pencegahan dan pengendalian phlebitis masih memerlukan peningkatan guna menurunkan risiko kejadian phlebitis dan meningkatkan keselamatan pasien.</p>2026-08-20T10:54:55+08:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPKK/article/view/1888ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS DI GAMPONG LAM ARA KECAMATAN BANDA RAYA KOTA BANDA ACEH2026-08-20T11:01:05+08:00Wilda Muftarahwildamuftarah@gmail.com<p>Penyakit kronis merupakan kondisi kesehatan jangka panjang yang berkembang secara perlahan dan <br>memerlukan pengelolaan serta perawatan berkelanjutan. Tujuan studi kasus ini adalah melaporkan <br>hasil asuhan keperawatan pada seorang lansia dengan penyakit kronis di Gampong Lam Ara <br>Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan <br>pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan <br>evaluasi pada satu klien lansia dengan hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan asam <br>urat. Diagnosa keperawatan yang ditemukan yaitu nyeri kronis, manajemen kesehatan tidak efektif, <br>gangguan mobilitas fisik, dan risiko jatuh. Intervensi yang diberikan meliputi kompres hangat jahe <br>merah, edukasi diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), rendah kolesterol, diabetes, <br>dan rendah purin, latihan fisik, latihan penggunaan kursi roda, serta edukasi pencegahan risiko jatuh <br>dan modifikasi lingkungan., latihan fisik, latihan penggunaan kursi roda, serta edukasi pencegahan <br>risiko jatuh dan modifikasi lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan skala nyeri dari 5 <br>menjadi 2 berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS), peningkatan pemahaman klien terkait <br>pengelolaan penyakit dan diet, peningkatan kemampuan mobilitas fisik, serta peningkatan <br>pengetahuan dalam pencegahan risiko jatuh. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan <br>secara komprehensif efektif membantu mengurangi keluhan, meningkatkan kemampuan fungsional, <br>dan mendukung pengelolaan penyakit kronis pada lansia. Keberlanjutan intervensi mandiri dan <br>edukasi kesehatan berkelanjutan diperlukan untuk mendukung pengendalian penyakit dan <br>mencegah komplikasi.</p>2026-08-20T11:01:05+08:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPKK/article/view/1898GAMBARAN BEBAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PEMERINTAH ACEH2026-08-20T11:09:38+08:00raudhatul jannahraudhatulljannah24@gmail.com<p>Beban kerja perawat merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen keperawatan karena berpengaruh terhadap kualitas pelayanan keperawatan, keselamatan pasien, serta kesejahteraan perawat. Ruang rawat inap sebagai unit pelayanan dengan aktivitas keperawatan yang tinggi memiliki potensi beban kerja yang beragam, baik dari aspek fisik, mental, waktu, maupun tugas non-keperawatan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui gambaran beban kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pemerintah Aceh serta untuk mengetahui sub variabel mana yang paling mempengaruhi beban kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pemerintah Aceh. Metode yang digunakan merupakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pengisian kuesioner beban kerja perawat yang mencakup dimensi beban kerja fisik, mental, waktu, dan tugas non-keperawatan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa sebagian besar perawat mengalami beban kerja kategori sedang (84,6%), sementara sebagian kecil berada pada kategori ringan (15,4%). Dimensi kerja mental merupakan sub variabel yang paling dominan mempengaruhi beban kerja perawat, ditandai dengan seluruh perawat yang memiliki kerja mental sedang dan berat (100%) mengalami beban kerja sedang. Beban kerja sedang menunjukkan bahwa perawat masih mampu melaksanakan tugas keperawatan sesuai peran dan tanggung jawabnya, namun terdapat tuntutan pekerjaan yang memerlukan pengelolaan yang baik agar beban kerja tetap berada pada tingkat yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dari manajemen keperawatan dalam pengelolaan beban kerja perawat guna mendukung mutu pelayanan keperawatan yang berkelanjutan.</p>2026-08-20T11:09:38+08:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPKK/article/view/1892ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA TN. MJ DENGAN HIPERTENSI DAN KOLESTEROL DI GAMPONG LAMLAGANG KECAMATAN BANDA RAYA KOTA BANDA ACEH2026-08-20T11:32:33+08:00syarifah masthurasyarifahmasthura3769@gmail.com<p>Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol akibat perubahan fisiologis dan pola hidup yang kurang sehat. Hipertensi dan kolesterol tinggi dapat menimbulkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke apabila tidak ditangani dengan tepat. Tujuan karya ilmiah ini adalah menggambarkan asuhan keperawatan pada Tn. MJ yang mengalami hipertensi dan kolesterol di Desa Lamlagang, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Tn. MJ sering mengeluh pusing dan sulit memulai tidur meskipun terbaring lama. Diagnosa keperawatan yang mucul yaitu manajemen kesehatan tidak efektif, dan gangguan pola tidur. Implementasi yang telah dilakukan yaiu pemberian jus buah naga merah, dan senam hipertensi. Hasil evaluasi didapatkan tekanan darah menurun 155/95 mmHg menjadi 133/78 mmHg dan kadar kolesterol 245 mg/dL menjadi 205 mg/dL.</p>2026-08-20T11:32:32+08:00##submission.copyrightStatement##