ASUHAN KEPERAWATAN HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN TERAPI QUR’ANIC HEALING: SUATU STUDI KASUS

  • Sri Novitayani Universitas Syiah Kuala
Keywords: Terapi Qur’anic Healing, Halusinasi Pendengaran, Skizofrenia

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan gejala positif skizofrenia berupa persepsi suara yang tidak nyata, seperti bisikan, ejekan, atau perintah, yang dapat mengganggu fungsi sosial. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini berisiko menimbulkan perilaku agresif, penarikan diri, tindakan membahayakan diri atau orang lain, hingga bunuh diri. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan secara menyeluruh kepada Tn. A dengan halusinasi pendengaran melalui pemberian terapi generalis (SP 1-IV) dan terapi Qur’anic Healing di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Pengukuran tingkat halusinasi dilakukan menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan selama enam hari dengan durasi 30 menit satu sesi perhari melalui pemutaran audio murottal Surah Ar-Rahman yang didengarkan oleh pasien. Evaluasi menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) menunjukkan penuruan skor dari 24 (kategori berat) menjadi 14 (kategori sedang). Frekuensi halusinasi menurun dari skor 2 menjadi skor 1 serta durasi halusinasi dari skor 2 menjadi skor 1. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi Qur’anic Healing mampu mengurangi intensitas frekuensi halusinasi, durasi halusinasi, meningkatkan kemampuan asertif pasien, serta memberikan efek menenangkan pada pasien. Berdasarkan hasil studi kasus, direkomendasikan agar perawat dapat menerapkan terapi Qur’anic healing dalam melakukan perawatan pada pasien halusinasi.

 

Published
2026-08-19