Hubungan peran perawat sebagai edukator dengan kepatuhan diet hipertensi pada lansia di wilayah kerja puskesmas belawa
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan tingkat prevalensi yang tinggi, yang berisiko memicu beragam komplikasi berat khususnya pada populasi lanjut usia. Penanganan hipertensi bergantung pada tingkat kepatuhan pasien terhadap rekomendasi pola makan, dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya kontribusi tenaga kesehatan. Perawat, selaku tenaga kesehatan utama di layanan kesehatan primer, memiliki peran sentral sebagai edukator dalam menyampaikan pengetahuan kesehatan serta mendorong pasien mematuhi pola makan sesuai pedoman. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji keterkaitan antara fungsi perawat sebagai edukator dengan kepatuhan terhadap diet hipertensi pada lansia terhadap regimen diet hipertensi di Puskesmas Belawa. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif dengan rancangan korelasi deskriptif serta desain potong lintang. Sampel melibatkan 102 responden lansia penderita hipertensi yang terpilih dari keseluruhan pasien di Puskesmas Belawa. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner yang menilai fungsi perawat sebagai edukator dan kepatuhan terhadap diet hipertensi, kemudian diolah dengan uji korelasi Spearman’s Rho. Temuan mengindikasikan bahwa sebagian besar responden mengategorikan fungsi perawat sebagai edukator pada tingkat “baik” sebanyak 63 responden (61,8%), sedangkan kepatuhan terhadap diet hipertensi tergolong “patuh” pada 64 responden (62,7%). Uji statistik mengungkapkan keterkaitan signifikan antara fungsi perawat sebagai edukator dan kepatuhan terhadap diet hipertensi pada lansia dengan nilai p < 0,001 serta koefisien korelasi sebesar 0,356. Hasil ini menggarisbawahi urgensi peningkatan mutu penyampaian edukasi kesehatan oleh perawat guna memperkuat kepatuhan diet serta mengantisipasi komplikasi akibat hipertensi pada kelompok lansia.

