HUBUNGAN RIWAYAT KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD PROF DR.H.M.ANWAR MAKKATUTU BANTAENG TAHUN 2025

Indonesia, Inggris

  • Tenri ayu wedyaningsih ITKES Muhammadiyah Sidrap
Keywords: Riwayat KEK, Kejadian BBLR

Abstract

 

ABSTRAK

 

Ibu hamil dengan KEK memiliki kemungkinan lebih besar untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir yang rendah (BBLR). Bayi yang lahir dengan BBLR mengalami retardasi pertumbuhan intrauterine dan akan berlanjut sampai usia selanjutnya setelah dilahirkan, mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang lebih lambat dari bayi yang dilahirkan normal, dan seringkali gagal menyusu untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang seharusnya dicapai pada usia setelah lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat kekurangan energi kronik pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah di RSUD Prof. Dr. H.M Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng. Desain penelitian yang digunakan adalah metode Cross-Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi baru lahir yang berada di RSUD Prof. Dr. H.M Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng bulan Agustus sebanyak 166 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian bayi baru lahir yang berada di RSUD Prof. Dr. H.M Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng bulan Agustus 2025 sebanyak 62 orang menggunakan pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki riwayat KEK pada ibu hamil sebanyak 40 orang (64,5%) dan tidak mengalami KEK sebanyak 22 orang (35,5%). Responden mengalami BBLR sebanyak 52 orang (83,9%) dan tidak mengalami BBLR sebanyak 10 orang (16,1%). Ada hubungan riwayat KEK pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah diperoleh nilai ρ=0,003<dari α=0,05. Disarankan memberikan penyuluhan rutin tentang gizi seimbang, pentingnya asupan makanan, dan deteksi dini KEK/anemia sejak masa remaja putri hingga kehamilan dan skrining dan pemantauan Intensif melakukan deteksi dini dan pemantauan status gizi ibu hamil lebih sering

 

Kata Kunci     : Riwayat KEK, Kejadian BBLR

 

ABSTRACT

 

Pregnant women with CED are more likely to give birth to babies with low birth weight (LBW). Babies born with LBW experience intrauterine growth retardation, which continues into later life after birth. They experience slower growth and development than babies born normally, and often fail to breastfeed to achieve the expected growth rate after birth. This study aims to determine the relationship between a history of CED in pregnant women and the incidence of low birth weight babies at Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Regional Hospital, Bantaeng Regency. Dr. H.M. Anwar Makkatutu, Bantaeng Regency. The research design used a cross-sectional study. The population in this study was all newborns admitted to Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Regional General Hospital, Bantaeng Regency in August 2025, a total of 166 infants. The sample in this study was 62 newborns admitted to Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Regional General Hospital, Bantaeng Regency, in August 2025, using purposive sampling. The results showed that 40 (64.5%) respondents had a history of CED in pregnant women, while 22 (35.5%) did not experience CED. 52 (83.9%) respondents had low birth weight (LBW), while 10 (16.1%) did not experience CED. There was a correlation between a history of CED in pregnant women and the incidence of low birth weight babies, with a ρ value of 0.003 <α=0.05. It is recommended to provide routine counseling on balanced nutrition, the importance of dietary intake, and early detection of CED/anemia from adolescence through pregnancy, as well as intensive screening and monitoring. Conduct early detection and monitoring of the nutritional status of pregnant women more frequently.

 

Keywords: History of CED, Incidence of LBW

Published
2026-08-05