FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD KOTA KENDARI

  • Nurlina Darmianti ITKES Muhammadiyah Sidrap

Abstract

ABSTRAK

Respiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan gangguan pernapasan serius pada neonatus akibat ketidakmampuan paru melakukan pertukaran gas secara normal tanpa bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian RDS di RSUD Kota Kendari, termasuk hipertensi maternal, asfiksia, usia gestasi, dan jenis persalinan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan kohor retrospektif menggunakan data sekunder. Sampel terdiri dari 150 neonatus dengan RDS yang diambil secara total sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan risiko relatif (RR) dengan α = 0,05. Ditemukan bahwa 36,7% neonatus lahir dari ibu hipertensi, 38% mengalami asfiksia berat, 34% lahir preterm, dan 54,7% melalui sectio caesarea. Sebanyak 52% neonatus mengalami RDS berat. Terdapat hubungan bermakna antara hipertensi maternal (RR = 1,742; p = 0,001), derajat asfiksia (RR = 1,628; p = 0,003), usia gestasi (p = 0,003), dan jenis persalinan (RR = 2,471; p = 0,010) dengan kejadian RDS. Kesimpulannya hipertensi ibu, asfiksia berat, prematuritas, dan persalinan sectio caesarea merupakan faktor risiko signifikan terhadap RDS. Deteksi dan penanganan dini faktor risiko ini penting untuk menurunkan angka kejadian RDS.

Kata kunci: Respiratory Distress Syndrome, hipertensi maternal, asfiksia, prematuritas, sectio caesarea

Published
2026-08-07