Journal of Public Health and Health Administration
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPHHA
<p data-start="80" data-end="386"><strong data-start="80" data-end="146">The Journal of Public Health and Health Administration (JPHHA)</strong> has been published since 2022 with ISSN Online: 2963-1998 by ITKeS Muhammadiyah Sidrap. Since April 2022, the journal has been managed and published by the Institute for Research and Community Service (LPPM) of ITKeS Muhammadiyah Sidrap.</p> <p data-start="388" data-end="540">JPHHA is published twice a year, in <strong data-start="424" data-end="434">August</strong> and <strong data-start="439" data-end="451">February</strong>, and features articles based on research in the fields of <strong>Public Health</strong> and <strong>Health Administration</strong>.</p> <p data-start="542" data-end="848">All submitted manuscripts undergo an initial review by the <strong data-start="601" data-end="620">Editorial Board</strong>. Those that pass the initial review are then evaluated through a <strong data-start="686" data-end="715">blind peer review process</strong>. Following the review, manuscripts are returned to the authors for revision. The entire review process takes a maximum of one month.</p>LPPM ITKES Muhammadiyah Sidrapen-USJournal of Public Health and Health Administration2963-1998Hubungan kualitas pelayanan rawat jalan dengan kepuasan pasien di puskesmas Malaka Kabupaten Soppeng
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPHHA/article/view/837
<p>Kepuasan pasien merupakan respons evaluatif, efektif atau emosional yang terkait dengan mutu pelayanan yang diberikan puskesmas serta harapan pasien terhadap pelayanan tersebut. Kepuasan pasien akan terpenuhi apabila proses penyampaian jasa kepada pasien sesuai dengan apa yang di persepsikan pelanggang. Presepsi ini di pengaruhi oleh faktor subjektifitas yang dapat membuat perbedaan persepsi atau kesenjangan.Jenis penelitian ini yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, alat yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan analisis data menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Malaka Kabupaten Soppeng berada di kategori puas sebanyak 75 responden dengan persentase (75,0%),terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepusan pasien terhadap pelayanan kesehatan dengan nilai p= 0,000 < 0,05.</p> <p>Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien, PuskesmasKepuasan pasien merupakan respons evaluatif, efektif atau emosional yang terkait dengan mutu pelayanan yang diberikan puskesmas serta harapan pasien terhadap pelayanan tersebut. Kepuasan pasien akan terpenuhi apabila proses penyampaian jasa kepada pasien sesuai dengan apa yang di persepsikan pelanggang. Presepsi ini di pengaruhi oleh faktor subjektifitas yang dapat membuat perbedaan persepsi atau kesenjangan.Jenis penelitian ini yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, alat yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan analisis data menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Malaka Kabupaten Soppeng berada di kategori puas sebanyak 75 responden dengan persentase (75,0%),terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepusan pasien terhadap pelayanan kesehatan dengan nilai p= 0,000 < 0,05.<br>,Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien, Puskesmas</p>Fira Maghfirah Fira
##submission.copyrightStatement##
2026-02-272026-02-27211910.58901/jphha.v1i1.837ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI UPT PUSKESMAS LAWAWOI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPHHA/article/view/709
<p>Tingkat kepuasan pasien merupakan penilaian atau persepsi seseorang yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan yang dirasakan dan membandingkan dengan harapannya. Kualitas pelayanan kesehatan merupakan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap masyarakat. Makin sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula kualitas pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan terkait dengan dimensi sarana dan prasarana, kemampuan memberikan pelayanan, ketepatan waktu pelayanan, perhatian dan keramah-tamahan petugas dalam melayani pasien. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, alat yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan analisis data menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Lawawoi Kabupaten Sidenreng Rappang adalah kualitas pelayanan kesehatan yang baik sebanyak 89 responden dengan persentase (89,0%) dan tingkat kepuasan pasien berada pada kategori puas sebanyak 75 responden dengan persentase (75,0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan dengan nilai p 0,000 < 0,05.</p> <p>Keywords : Tingkat Kepuasan Pasien, Pelayanan Kesehatan, Puskesmas</p>Nuril Salsabila
##submission.copyrightStatement##
2026-02-272026-02-2721121910.58901/jphha.v1i1.709HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG PELAYANAN PRIMA TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI UPTD PUSKESMAS LIU KECAMATAN SABBANGPARU KABUPATEN WAJO
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPHHA/article/view/1093
<p>Kesehatan sebagai hak asasi manusia harus dijamin dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara persepsi pelanggan dengan pelayanan prima dan tingkat kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Liu, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, pada tahun 2024, dengan fokus pada lima dimensi: bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden merasa puas, dengan persepsi yang baik pada semua dimensi. Temuan ini pentingnya pelayanan kesehatan berkualitas untuk meningkatkan kepuasan pasien. Kesehatan diakui sebagai hak asasi manusia yang fundamental, yang menjamin akses yang adil terhadap perawatan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat Indonesia. WHO menekankan bahwa kesehatan merupakan investasi dan kewajiban, sebagaimana yang digariskan dalam Undang-Undang Kesehatan tahun 2009. Puskesmas berperan krusial dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan bermutu, penuh kehangatan dan profesionalisme. Penelitian yang dilakukan di UPTD Puskesmas Liu, Sabbangparu, Wajo, bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi pelayanan prima dengan kepuasan pasien pada berbagai dimensi, meliputi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Temuan tersebut menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara kualitas layanan dan kepuasan pasien, yang menggarisbawahi perlunya manajemen kesehatan yang efektif dan peningkatan berkelanjutan dalam pemberian layanan.</p>Ahmad Mayundari
##submission.copyrightStatement##
2026-02-272026-02-2721203110.58901/jphha.v1i1.1093Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 8 Pangkajene kabupaten Sidenreng Rappang
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPHHA/article/view/836
<p>Anak usia sekolah dasar adalah kelompok usia yang masih mengalami tumbuh kembang dan memerlukan kebutuhan zat gizi yang cukup dan sesuai untuk menunjang tumbuh kembang mereka, namun pada masa ini anak - anak memiliki kebiasaan makan yang kurang baik sehingga banyak kebutuhan zat gizi yang tidak dapat terpenuhi dengan optimal. Asupan zat gizi yang tidak tepat pada masa kanak - kanak dapat mengakibatkan berbagai permasalahan gizi dan akan berdampak pada prestasi belajar mereka. <br>Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, alat yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan analisis data menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat.<br>Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil penelitian dari 50 responden menunjukkan yang memiliki pola makan teratur dan status gizi baik sebanyak 7 responden (70,%) sedangkan responden yang memiliki pola makan tidak teratur dan status gizi baik sebanyak 39 orang (97,5%). Dan responden yang memiliki pola makan teratur dan status gizi buruk sebanyak 3 orang (31%) sedangkan responden yang memiliki pola makan teratur dan status gizi buruk sebanyak 1 responden (2,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi. </p>Dilla Nurfadillah Nurfadillah Antong
##submission.copyrightStatement##
2026-02-272026-02-2721323910.58901/jphha.v1i1.836ANALISIS PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS CEMPAE KOTA PARE-PARE TERHADAP PHBS RUMAH TANGGA IBU HAMIL
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JPHHA/article/view/838
<p>Promosi kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan atau memandirikan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya melalui proses pembelajaran agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk berperilaku sehat. Tujuan promosi kesehatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, meningkatkan perilaku masyarakat dan meningkatkan status kesehatan masyarakat.<br> Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagi hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dan bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga, oleh karena itu kesehatan perlu dijaga, dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak.<br> Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dan desain menggunakan studi potong lintang (cross sectional). Populasi dari penelitian ini adalah di wilayah kerja Di Puskesmas Cempae Kota Pare-Pare. Dan Populasi ibu hamil yang berPHBS di wilayah kerja Puskesmas Cempae sebanyak 127 orang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dengan sampel ibu hamil sejumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan cara mengundi daftar ibu hamil di wilayah kerja Di Puskesmas Cempae Kota Pare-Pare.<br>Penelitian ini dilakukan di UPT Puskemas Cempae Kota Pare-Pare dari 23 Agustus hingga 29 Agustus 2024. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Tujuan pengumpulan data adalah untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya hubungan antara dua variabel, variabel independen dan variabel dependen. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk mengumpulkan sampel sebanyak 30 orang. Data utama penelitian ini diperoleh dengan membagikan kuesioner kepada responden dan mengumpulkannya setelah responden mengisi kuesioner. Setelah pemeriksaan kuesioner, pengecekan kembali dilakukan untuk memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengisian kuesioner. Semua ini dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS 26.</p>saiful fathan maruf
##submission.copyrightStatement##
2026-02-272026-02-2721404910.58901/jphha.v1i1.838