JOADTH (Journal of Applied Dental and Technology Health) https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JOADTH <p data-start="66" data-end="304"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Jurnal </span></span><em data-start="70" data-end="119"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Terapan Kedokteran Gigi dan Teknologi Kesehatan</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> (JOADTH) telah diterbitkan sejak tahun 2022 oleh ITKES Muhammadiyah Sidrap. JOADTH diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Juli dan Desember memuat artikel-artikel berdasarkan penelitian di bidang kesehatan.</span></span></p> <p data-start="306" data-end="797"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Setiap artikel yang dikirimkan kepada staf redaksi akan melalui proses peninjauan awal oleh Dewan Redaksi. Artikel tersebut kemudian akan diserahkan kepada peninjau sejawat dan memasuki tahap seleksi selanjutnya melalui Proses Peninjauan Buta (Blind Review Process). Setelah itu, artikel akan dikembalikan kepada penulis untuk direvisi. Proses ini memakan waktu maksimal satu bulan. Untuk setiap naskah, peninjau sejawat akan menilai aspek substantif dan teknisnya, bekerja sama dengan </span></span><em data-start="747" data-end="796"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Jurnal Kesehatan Gigi dan Teknologi Terapan</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> .</span></span></p> en-US sultanaminyasin@gmail.com (Sultan Amin Yasin) sultanaminyasin@gmail.com (Sultan Amin Yasin) Fri, 26 Jun 2026 06:18:06 +0800 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN TINDAKAN PASIEN PENYAKIT PERIODONTAL DI POLI GIGI BLUD RSUD KOTA KOTAMOBAGU PROVINSI SULAWESI UTARA https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JOADTH/article/view/1507 <p>Kesehatan adalah kondisi menyeluruh yang mencakup kesejahteraan fisik, mental, spiritual, dan sosial, sehingga memungkinkan seseorang menjalani hidup yang produktif secara sosial dan ekonomi. Upaya peningkatan kesehatan dilakukan melalui kegiatan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan untuk melindungi serta meningkatkan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini meliputi pencegahan penyakit, promosi kesehatan, pengobatan, dan rehabilitasi yang dilaksanakan bersama oleh pemerintah dan masyarakat (Kemenkes RI, 2021). Perkembangan penyakit periodontal bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi kondisi lokal, kebiasaan kebersihan mulut, lingkungan kerja, kebiasaan merokok, tingkat stres, dan faktor psikososial. Selain itu, tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi yang rendah seringkali berkorelasi dengan rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, sehingga menimbulkan tantangan yang signifikan bagi inisiatif kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk pencegahan dan penanggulangan (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2021). Tujuan Untuk menganalisis Hubungan Motivasi Dengan Tindakan Pasien Penyakit Periodontal di Poli Gigi BLUD RSUD Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, Sampel 41 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai <em>p-value</em> sebesar 0,000 (&lt; 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi intrinsik dengan tindakan pasien untuk berkunjung di poli BLUD RSUD Kota Kotamobagu dalam penanganan penyakit periodontal. Sementara itu, untuk nilai <em>p-value</em> sebesar 0,000 (&lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi ekstrinsik dengan tindakan pasien untuk berkunjung di poli gigi BLUD RSUD Kota Kotamobagu dalam penanganan penyakit periodontal. Kesimpulannya terdapat hubungan Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik dengan tindakan pasien.</p> Gantia Umi Kalsum Mokoginta ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JOADTH/article/view/1507 Mon, 15 Dec 2025 13:14:24 +0800 HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA SISWA TENTANG PERAWATAN GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA USIA 6-8 TAHUN DI SD KRISTEN IMANUEL BEO KECAMATAN BEO KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JOADTH/article/view/1473 <p>Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi masalah gigi dan mulut di Indonesia masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan. Secara nasional, lebih dari separuh penduduk Indonesia yang berusia tiga tahun ke atas, yakni separuh penduduk Indonesia yang berusia tiga tahun ke atas, yakni sebesar 56,9%, dilaporkan mengalami permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun telah dilakukan berbagai upaya promotif dan preventif, kondisi kesehatan gigi masyarakat Indonesia belum menunjukkan perbaikan yang optimal. Peran orang tua terutama ibu terhadap pola pengasuhan anak mempunyai peranan yang besar seperti penelitian yang dilakukan Iswanti tentang pengetahuan keluarga dalam pengasuhan anak dan tumbuh kembang anak mengungkapkan bahwa, wanita merupakan pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kesehatan, pengasuhan, dan tumbuh kembang anak khususnya anak balita, Kesehatan anak balita sangat tergantung pada orang yang mengasuhnya yaitu ibu (Rahayu., 2018). Tujuan Penelitian untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Orang Tua Siswa Tentang Perawatan Gigi Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Usia 6-8 Tahun Di SD Kristen Imanuel Beo Kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud. Hasil Penelitian menunjukkan diketahui nilai Sig antara pengetahuan orang tua siswa tentang perawatan gigi dengan kejadian karies gigi adalah sebesar 0.000 &lt; 0.05 yang berarti terdapat hubungan yang kuat antara kedua variabel. Dan berdasarkan nilai r untuk hubungan pengetahuan orang tua siswa tentang perawatan gigi dengan kejadian karies gigi yang sebesar 0,03 diinterpretasikan dari koefisien korelasi nilai korelasi bivariat, maka dinyatakan memiliki hubungan yang sangat kuat. Kesimpulan terdapat Hubungan Pengetahuan Orang Tua Siswa Tentang Perawatan Gigi Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Usia 6-8 Tahun Di SD Kristen Imanuel Beo Kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud</p> SUTRIYATI MANOPPO ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JOADTH/article/view/1473 Mon, 15 Dec 2025 13:21:03 +0800 HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KARIES GIGI ANAK SD NEGERI 12 MANADO KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JOADTH/article/view/1501 <p>Status gizi berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara umum maupun khususnya pada kesehatan rongga mulut. Asupan gizi yang optimal sangat diperlukan selama masa pertumbuhan awal, karena ketidakseimbangan gizi dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang memengaruhi fungsi biologis serta struktur jaringan keras dan lunak di mulut, termasuk risiko terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian karies gigi pada siswa SD Negeri 12 Manado, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional, Sampel 45 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 responden, terdapat 3 anak dengan status gizi sangat kurus, 14 anak kurus, 15 anak dengan status gizi normal, 12 anak gemuk, dan 1 anak sangat gemuk. Untuk kategori karies gigi permanen (DMF-T), sebanyak 24 anak berada pada kategori sangat rendah, 9 anak rendah, 6 anak sedang, 6 anak tinggi, dan tidak ada yang masuk kategori sangat tinggi. Sementara itu, untuk karies gigi susu (def-t), terdapat 20 anak pada kategori sangat rendah, 14 anak rendah, 6 anak sedang, 5 anak tinggi, dan tidak ada yang sangat tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,389 untuk hubungan antara status gizi dengan karies gigi permanen (DMF-T), dan p-value sebesar 0,502 untuk hubungan status gizi dengan karies gigi susu (def-t). Karena kedua nilai tersebut lebih besar dari batas signifikansi (p &gt; 0,05), Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian karies gigi pada anak.</p> Vanda Mandagi ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JOADTH/article/view/1501 Mon, 15 Dec 2025 13:28:55 +0800 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS BENTENG KOTA PALOPO https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JOADTH/article/view/1303 <p>Ibu hamil adalah salah satu kelompok rentan yang mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut. Selama kehamilan, terjadi perubahan hormon yang tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga berdampak signifikan pada kondisi rongga mulut. Oleh karena itu, selain menerapkan pola makan yang sehat dan bergizi seimbang, ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan gigi dan mulut. Perubahan hormon, khususnya peningkatan kadar estrogen dan progesteron, dapat memicu munculnya berbagai permasalahan kesehatan mulut selama masa kehamilan dan memerlukan perhatian khusus guna mencegah komplikasi yang lebih lanjutBottom of Form (Pratiwi et al., 2025). Menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan melalui perawatan kebersihan secara rutin dan teratur. Saat ini, kesadaran terhadap pentingnya kebersihan rongga mulut pada ibu hamil semakin meningkat, seiring dengan semakin dikenalnya keterkaitan antara kondisi kehamilan, kesehatan umum, dan kebersihan mulut. Oleh karena itu, ibu hamil diharapkan memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil dalam merawat kebersihan mulut turut berkontribusi terhadap kondisi kesehatan rongga mulut mereka. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui adanya hubungan pengetahuan terhadap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil di Puskesmas Benteng Kota Palopo. Kesimpulan: karakteristik mayoritas ibu hamil di Puskesmas Benteng Kota Palopo yang menjadi responden berada pada rentang usia 26–35 tahun, berpendidikan terakhir SMA, bekerja, dan berada pada trimester III kehamilan. Sebagian besar responden, yakni sebanyak 25 orang (83%), Berdasarkan hasil analisis statistik, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan status kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan (p = 1.000).</p> asnida asnida ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JOADTH/article/view/1303 Mon, 15 Dec 2025 00:00:00 +0800 HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT GIGI DENGAN KETAKUTAN PASIEN ANAK KELAS 4 - 6 PRE EXO GIGI SULUNG DI UPTD PUSKESMAS PULUTAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA TENGAH https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JOADTH/article/view/1468 <p>Dalam memberikan pelayanan, tenaga kesehatan berkomunikasi dengan pasien, keluarga, dan tim medis lainnya untuk menyelesaikan masalah yang dialami pasien (Cangara, 2020). Komunikasi adalah proses bertukar informasi yang dapat mengubah atau membentuk perilaku sesuai dengan pesan yang disampaikan. Intinya, komunikasi adalah bagian penting dari hubungan sosial karena melibatkan interaksi dan saling memengaruhi antar manusia. Tenaga kesehatan perlu memahami hal-hal yang mendasari interaksi tenaga kesehatan dengan pasien serta hambatan yang dapat terjadi selama terjalinya hubungan, sehingga tenaga kesehatan dapat membina hubungan terapeutik dalam membantu pasien untuk mengatasi masalahnya (Kusnanto, 2024). Tujuan Penelitian Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Gigi Dengan Ketakutan Pasien Anak Kelas 4 - 6 Pre Exo Gigi Sulung Di UPTD Puskesmas Pulutan Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa berbagai sikap terapis gigi memiliki pengaruh yang berbeda terhadap ketakutan anak. Keterbukaan terapis ternyata memiliki hubungan signifikan dengan ketakutan, di mana anak justru lebih cemas saat diberikan informasi medis yang terlalu terbuka, kemungkinan karena informasi tersebut dianggap menakutkan untuk usia mereka. Empati juga menunjukkan hubungan signifikan, namun empati yang berlebihan tanpa pengelolaan emosi justru dapat membuat anak menyerap kecemasan orang dewasa, sehingga meningkatkan rasa takut. Sebaliknya, sikap positif dari terapis gigi, seperti bersikap ramah, optimis, dan menyenangkan, menunjukkan hubungan paling signifikan dalam menurunkan ketakutan anak. Di sisi lain, sikap dukungan dan kesetaraan perlakuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap ketakutan. Dukungan verbal semata belum cukup untuk mengurangi kecemasan, sementara persepsi dan pengalaman pribadi anak lebih dominan dalam membentuk ketakutan dibandingkan perlakuan yang setara.</p> ALTJI TATUMPIL ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JOADTH/article/view/1468 Mon, 15 Dec 2025 13:39:55 +0800