Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat (JIPengMas)
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIPengMas
<p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat</strong> or also known as <strong>JIPengMas</strong> is an open access peer reviewed scientific journal published by <strong>Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrap</strong> and has obtained e-ISSN: 2797-7633. The scope of JIPengMas includes:</p> <ol style="text-align: justify;"> <li class="show">Community empowerment in the health sector</li> <li class="show">Rural health development and innovation</li> <li class="show">Health promotion</li> <li class="show">Application of health technology and science</li> <li class="show">Business applications in the health sector</li> <li class="show">Herbal Medicine Technology</li> </ol> <p style="text-align: justify;">Each volume of JIPengMas is calculated in each calendar year which consists of two editions. JIPengMas is published twice a year every June and December. Articles published in JIPengMas include original articles and literature reviews. Articles must be written in Indonesian or English. JIPengMas contributors are researchers, lecturers, students, and health practitioners.</p>LPPM Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah Sidrapen-USJurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat (JIPengMas)2797-7633Penyuluhan Asam Urat Dan Pemeriksaan Asam Urat Di Kelurahan Koya Timur Distrik Muaratami Kota Jayapura
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIPengMas/article/view/1695
<p>Asam urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan penyakit asam urat dan skrining awal kadar asam urat pada masyarakat. Penyuluhan kepada masyarakat ini telah dilakukanDiAula Desa Koya Timur dengan metode penyuluhan interpersonal (Face to face) secara langsung dengan menjelaskan pengertian, tanda dan gejala, faktor penyebab, serta cara pencegahan asam urat dengan lembar bolak-balik (leaflet). Ada 25 yang Telah dilakukan pengukuran kadar asam urat dan didapatkan hasil bahwa yang mengalami hiperurisemia 8 orang (32%), normal 9 orang (60%) dan hipourisemia 2 orang (8%).Didapatkan pula hasil pengetahuan masyaratak terkait sam urat pada pre test 50% dan post test 80% dengan nilai rata-rata peningkatan pengetahuan yaiuu 65%. Penyuluhan dilakukan dengan sangat baik dengan hasil sebagian besar partisipan mengerti tentang pencegahan Asam Urat. PKM ini berjalan dengan lancar, penyuluhan Gout Artritis dapat sampai ke masyarakat dan bisa diterima. Diharapkan setelah dilakukannya PKM ini dengan pemahaman yang benar, partisipan dapat memulai kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan terkena penyakit asam urat dengan mengenali tanda serta gejala awal.</p>Nur AidaNurulhuda M NurdinSiska SyahfitriIrenia Putri Budyana
##submission.copyrightStatement##
2025-12-302025-12-3052475310.58901/jipengmas.v5i2.1695Sosialisasi Pembuatan Bedak Dingin Bidara Di Kelurahan Manisa
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIPengMas/article/view/1469
<p>Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Manisa, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap. bertujuan untuk berbagi ilmu terhadap masyarakat Kelurahan Manisa tentang bagaimana membuat bedak dingin bidara yang kaya akan manfaat bagi kesehatan kulit dengan cara pembuatan yang sangat mudah dan murah dengan waktu penyimpanan yang lama. Tahap awal yang diberikan kepada Masyarakat pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kegiatan penyuluhan. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan paparan materi tentang khasiat daun bidara, tepung beras dan beberapa rempah lainnya seperti daun pandan, temulawak, kunyit dan kayu manis, cara pembuatan bedak dingin bidara serta manfaat dan cara penggunaannya. Penyuluhan diberikan kepada seluruh Masyarakat yaitu masyarakat yang hadir pada kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Manisa, Kabupaten Sidenreng Rappang. Pelatihan pembuatan bedak dingin bidara dilakukan melalui tahapan pengenalan bahan- bahan, demonstrasi pembuatan sari daun bidara dan pandan, serta sari temulawak dan kunyit, pencampuran tepung beras dan sari rempah lainnya untuk pembuatan bedak dingin bidara, pengemasan produk hingga testimoni oleh Masyarakat sebagai . Masyarakat diberikan demo dan penjelasan tentang pemilihan hingga pengolahan daun bidara dan rempah lainnya hingga diperoleh adonan yang siap dibuat menjadi butiran-butiran bedak dingin bidara.</p>Wahyuni L OdeRustam TLinda Wilo
##submission.copyrightStatement##
2025-12-302025-12-3052546110.58901/jipengmas.v5i2.1469Edukasi Medication Error dan Teknik Aseptik bagi Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kubu Raya
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIPengMas/article/view/1714
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Kubu Raya ini, bertujuan untuk mendidik tenaga kesehatan di rumah sakit ini mengenai <em>medication error </em>dan teknik aseptik dalam penyiapan obat sediaan steril. Peserta kegiatan ini adalah tenaga kesehatan, termasuk apoteker, perawat, bidan, dan tenaga teknis farmasi, yang diberikan pembelajaran mengenai teknik aseptik yang benar untuk persiapan steril, pengaturan tekanan udara di ruang steril, penggunaan sistem <em>Laminar Air Flow</em> (LAF), identifikasi kesalahan obat, dan pentingnya pelaporan kesalahan menggunakan analisis penyebab utama. Penilaian <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan ini. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah intervensi pendidikan. Skor <em>pre-test</em> rata-rata adalah 7,84, sementara skor <em>post-test</em> meningkat menjadi 9,8. Skor mengalami peningkatan sebesar 24,9% yang menunjukkan bahwa kegiatan ini secara efektif meningkatkan pemahaman peserta tentang dalam teknik aseptik dan manajemen kesalahan obat. Selamjutnya diperlukan dukungan berkelanjutan dan investasi dalam infrastruktur termasuk penciptaan area persiapan steril khusus di fasilitas kesehatan rumah sakit ini disertai dengan integrasi praktik ke dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari untuk memastikan keamanan pasien.</p>Ade WirastutiFortunata Saesarria Deisberanda
##submission.copyrightStatement##
2025-12-302025-12-3052626810.58901/jipengmas.v5i2.1714Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan dan Pengobatan Cacingan Sejak Dini
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIPengMas/article/view/1699
<p>Cacingan, infeksi yang disebabkan oleh parasit cacing, masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama di daerah tropis, dan ditularkan melalui tanah yang terkontaminasi. Penyakit ini memiliki prevalensi tinggi yang dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, kebersihan lingkungan, serta rendahnya pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Penggunaan obat cacing (antihelmintik) secara tidak rasional sering kali terjadi, mengurangi efektivitas pengobatan dan menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan obat cacing yang rasional, terutama bagi orang tua dalam pemberian obat pada anak, sangat penting. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Alianyang Pontianak melalui penyuluhan yang meliputi pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata meningkat dari 9,47 menjadi 10,56, atau naik sebesar 11,58%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat yang tepat serta perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan cacingan.</p>Fakhruddin FakhruddinAde WirastutiSri Rahmat MolidiaAbdurraafi’ Maududi DermawanRommy RommyMuhammad Nur AjwadKharina AnisyaFortunata Saesarria DeisberandaSalsabela SalsabelaKathina Deswi Aqsa
##submission.copyrightStatement##
2025-12-302025-12-3052697610.58901/jipengmas.v5i2.1699Program Edukasi ISPA Saat Pancaroba dalam Meningkatkan Pemahaman Pasien di Puskesmas Alianyang Pontianak
https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIPengMas/article/view/1710
<p>Perubahan dari musim hujan ke musim kemarau seringkali melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga individu menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Salah satu kondisi tersebut adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). ISPA biasanya menyebar melalui saluran pernapasan dan dapat berupa dari gejala ringan hingga infeksi yang parah dan berpotensi mengancam nyawa. Untuk mengatasi hal ini, program pengabdian kepada masyakat dilaksanakan di Pusat Kesehatan Masyarakat Alianyang di Kota Pontianak dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengenali gejala ISPA dan mencegah penyebarannya pada tahap awal. Sebanyak 44 peserta terlibat, dengan <em>pre test </em>dan <em>post test </em>dilakukan untuk menilai pemahaman peserta. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan skor tes sebesar 17,5% setelah sesi penyuluhan, menandakan peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang ISPA.</p>Rommy RommyFortunata Saesarria DeisberandaKharina AnisyaFakhruddin FakhruddinAbdurraafi' Maududi DermawanSalsabela SalsabelaSri Rahmat MolidiaKathina Deswi AqsaAde WirastutiMuhammad Nur AjwadMuhammad Husain Haekal Al-GhifaryAngelina Putri HedayaArdi KurniawanDella PuspitasariDesta Arlia SyafitriHusn SyafiqaIntan YapLifia Putri AndiniManisa ManisaNeisya YuandiniRaihana Dini SafitriRazita NurfarizaSabina HeryaniTrianisa FebyYolanda YolandaYuninta Maulidia
##submission.copyrightStatement##
2025-12-302025-12-3052778510.58901/jipengmas.v5i2.1710