Satu Lubang, Segudang Manfaat: Biopori Jadi Solusi Sampah Organik dan Resapan Air di Desa Karanggondang
Abstract
Pengelolaan sampah organik yang belum optimal serta rendahnya pemanfaatan teknologi konservasi air masih menjadi permasalahan lingkungan di Desa Karanggondang. Sampah organik rumah tangga umumnya belum dimanfaatkan secara maksimal, sedangkan berkurangnya daerah resapan air berpotensi meningkatkan limpasan permukaan saat musim hujan. Salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasi kedua permasalahan tersebut adalah melalui penerapan lubang resapan biopori. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan serta pemanfaatan lubang resapan biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik dan peningkatan resapan air. Metode yang digunakan meliputi observasi, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan pembuatan lubang resapan biopori. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu mempraktikkan pembuatan biopori secara mandiri.

