https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIKI/issue/feedJurnal Ilmiah Kesehatan IQRA2025-01-01T10:39:35+08:00Asnuddinlppmitkes21@gmail.comOpen Journal Systems<div style="text-align: justify;"> <p>Jurnal Kesehatan Ilmiah Iqra (JIKI) has been published since 2014 with Print ISSN: 2089-9408 and Online ISSN: 2656-5471, by ITKES Muhammadiyah Sidrap. Since July 2014, JIKI has been published by the LPPM ITKES Muhammadiyah Sidrap. JIKI is published twice a year, in July and December. The journal features articles derived from research results in the field of health.</p> <p>Each article submitted to the editorial staff will go through an Initial Review process conducted by the Editorial Board. Following this, the articles will be sent to peer reviewers and will undergo the Blind Review Process. Afterward, the articles will be returned to the authors for revisions. These processes take a maximum of one month. Peer reviewers assess both the substantive and technical aspects of each manuscript, in collaboration with Jurnal Kesehatan Ilmiah Iqra (JIKI).</p> <p>The fields of health science published in JIKI include: <strong>Midwifery</strong> and <strong>Public Health</strong>.</p> </div>https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIKI/article/view/850HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP CALON PENGANTIN WANITA DENGAN SKRINING PRANIKAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENTENG KOTA PALOPO2025-01-01T10:39:34+08:00Susan Dellasusan.della1992@gmail.com<p>Peningkatan AKI dan AKB di suatu negara dapat diartikan sebagai penurunan kondisi<br>kesehatan yang signifikan, mengingat ibu hamil dan bayi termasuk dalam kategori<br>kelompok rentan yang membutuhkan perawatan optimal dari profesional kesehatan.<br>Untuk menurunkan AKI dan AKB serta meningkatkan kualitas kesehatan, salah satu<br>upaya yang dapat dilakukan adalah perawatan kesehatan yang dimulai pada saat<br>sebelum terjadinya konsepsi, yang dapat dimulai pada saat remaja atau sebelum<br>menikah (pranikah). Mempersiapkan kehamilan yang sehat dapat dilakukan sejak<br>sebelum menikah, salah satunya dengan melakukan skrining pranikah. Skrining<br>pranikah yang dilakukan pada calon pengantin wanita di antaranya pemeriksaan status<br>kesehatan, pemeriksaan penunjang, dan status imunisasi serta konsultasi Kesehatan.<br>Sampel penelitian adalah calon pengantin sebanyak 35 orang. Instrumen penelitian<br>berupa kuesioner (daftar pernyataan) untuk mengumpulkan data yang diperlukan.<br>Kuesioner yang telah disusun sebelum digunakan sebagai data penelitian. Hasil<br>penelitian menunjukkan pengetahuan calon pengantin tentang skrining pranikah di<br>Puskesmas Benteng Kota Palopo yakni calon pengantin yang berpengetahuan baik<br>sebanyak 12 responden, berpengetahuan kurang sebanyak 12 responden (34.3%),<br>berpengetahuan kurang sebanyak 12 responden (34.3%), dan berpengetahuan cukup<br>sebanyak 11 responden (31.4%). Kemudian, sikap calon pengantin tentang skrining<br>pranikah Puskesmas Benteng Kota Palopo yakni calon pengantin dengan sikap positif<br>sebanyak 14 orang (40%) dan responden dengan sikap negatif sebanyak 21 orang<br>(60%). Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan<br>dengan skrining pranikah di Puskesmas Benteng Kota Palopo tahun 2024 dengan nilai<br>p-value=0.042 < α-value=0.05, serta hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan<br>sikap dengan skrining pranikah di Puskesmas Benteng Kota Palopo tahun 2024 dengan<br>nilai p-value=0.005 < α-value=005.</p>2024-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIKI/article/view/847KINERJA BIDAN DALAM DETEKSI DINI PENYIMPANGAN TUMBUH KEMBANG ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUALI KABUPATEN MUNA BARAT2025-01-01T10:39:35+08:00Wa Ode Yan Zuniyartiwdyanzyarti@gmail.com<p>PARADIGMA PEMBANGUNAN GLOBAL SAAT INI ADALAH MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS. ADAPUN INDIKATOR KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DIUKUR PADA BIDANG PEMBANGUNAN EKONOMI, KESEHATAN DAN PENDIDIKAN, SEBAGAIMANA TERTUANG DALAM TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN ATAU SUBTAINABEL DEVELOPMENT GOALS (SDGS). DALAM AGENDA 2030 DIMANA SDGS YAITU MEMASTIKAN KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN BAGI SEMUA PADA SEMUA USIA. DETEKSI SDIDTK SANGAT DIPERLUKAN UNTUK MENEMUKAN SECARA DINI PENYIMPANGAN PERTUMBUHAN, PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN DAN PENYIMPANGAN MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK. PENILAIAN SDIDTK DILAKUKAN OLEH BIDAN MAKA SEORANG BIDAN HARUS TERLATIH DAN BERPENGETAHUAN BAIK DALAM MELAKUKAN DAN MENGINTERVENSI TUMBUH KEMBANG BALITA. ADAPUN TUJUAN UNTUK DIANALISISNYA KINERJA BIDAN DALAM DETEKSI DINI PENYIMPANGAN TUMBUH KEMBANG DI PUSKESMAS GUALI KABUPATEN MUNA BARAT. DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENELTIAN PENDEKATAN DESKRIPTIF KUALITATIF. PENELITIAN DILAKUKAN WILAYAH KERJA PUSKEMAS GUALI KABUPATEN MUNA BARAT. SAMPEL PENELITIAN INI ADALAH BIDAN DENGAN KRITERIA MINIMAL DIPLOMA III KEBIDANAN SEBANYAK 10 BIDAN. DATA DIKUMPULKAN MELALUI WAWANCARA MENDALAM, OBSERVASI, DAN STUDI DOKUMENTASI. ADAPUN HASIL PENELTIAN DIDAPATKAN KINERJA BIDAN DALAM DETEKSI DINI PENYIMPANGAN TUMBUH KEMBANG ANAK BAHWA PELAKSANAAN INI BELUM SESUAI PEDOMAN, DIKARENAKAN BELUM ADANYA ALAT-ALAT ATAU PERMAINAN UNTUK MENGUKUR STIMULASI PADA ANAK DAN BANYAK JUGA KELUHAN BIDAN TENTANG KURANGNYA WAKTU DAN TENAGA ATAU SUMBER DAYA MANUSIA YANG KURANG DALAM PELAKSANAAN PROGRAM SDIDTK. BIDAN MASIH ADA YANG TIDAK MELAKUKAN DALAM DETEKSI DINI PENYIMPANGAN TUMBUH KEMBANG SDIDTK SESUAI PEDOMAN. DIHARAPKAN MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN TINDAKAN TENTANG PENTINGNYA SDIDTK SEHINGGA MENCEGAH HAL YANG BISA TERJADI BERKAITAN TUMBUH KEMBANG ANAK</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Kinerja Bidan, Tumbuh Kembang, SDIDTK</p>2024-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIKI/article/view/848PENGARUH EDUKASI PADA IBU NIFAS TERHADAP PENGETAHUAN TANDA BAHAYA MASA NIFAS DI PUSKESMAS ANDOOLO UTAMA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 20242025-01-01T10:39:35+08:00YANNA MELLINAyannamellina77@gmail.com<p>Salah satu masa yang memiliki resiko yang menyebabkan kematian adalah pada saat ibu berada pada masa postpartum sehingga perlu dilakukan perawatan masa nifas sebagai bentuk upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Laporan WHO 30% ibu mengalami kematian pada masa nifas. Banyak ibu yang tidak menyadari jika masa nifas yang sedang dijalani mengalami masalah dan terlambat melakukan pemeriksaan diri pada petugas kesehatan, terjadinya hal ini karena ibu nifas kurang mengetahui tanda bahaya yang dapat terjadi pada masa nifas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Edukasi tentang tanda bahaya masa nifas terhadap pengetahuan ibu nifas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasy Eksperimen yang desainnya dengan <em>one group pretest-posttest</em>, sampel yang berjumlah 30 ibu nifas, dengan penarikan total sampel. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan menggunakan kuesioner. SPSS digunakan untuk Pengolahan data dan uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon dengan nilai kepercayaan kurang dari 0,05. Hasil Penelitian ini menunjukkan uji statistik didapatkan nilai p= 0,000 (α<0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada yang signifikan pengaruh Edukasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang tanda bahaya masa nifas pada ibu nifas</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><strong>Edukasi, Pengetahuan, Tanda Bahaya Nifas</strong></p>2024-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIKI/article/view/849HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP IBU DAN POLA MAKAN ANAK DENGAN KEJADIAN STUNTING DI UPT PUSKESMAS SUMBANG, DESA SUMBANG, KECAMATAN CURIO, KABUPATEN ENREKANG.2025-01-01T10:39:35+08:00hijriah hijriahhijriahria976@gmail.com<p>Stunting mengakibatkan generasi yang hilang dan menjadi beban serta ancaman bagi bangsa di masa depan. Stunting mempunyai risiko jangka pendek berupa tingginya resiko kesakitan dan kematian, risiko jangka menengah berupa rendahnya kemampuan intelektual dan kognitif, serta permasalahan kualitas sumber daya manusia dan penyakit degeneratif Setelah menjadi dewasa.Hal ini disebabkan karena kebutuhan tubuh terhadap zat gizi mikro dan zat gizi makro tidak terpenuhi secara optimal, sehingga pembentukan dan fungsi sel-sel tubuh lainnya tidak tuntas.Upaya pemerintah untuk mencegah stunting dilaksanakan melalui program-program.</p> <p>Penelitian ini telah dilaksanakan bulan Februari 2024 dengan metode <em>Cross Sectional Study</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak balita yang berada di UPT Puskesmas Sumbang, Desa Sumbang, Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang sebanyak 1270 orang. Sampel yang diteliti adalah sebagian keluarga yang memiliki anak balita yang berada di UPT Puskesmas Sumbang, Desa Sumbang, Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang sebanyak 93 orang dengan cara <em>Random Sampling</em><em>. </em>Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah teruji validitas serta reliabilitasnya dan dibagikan langsung kepada responden.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian <em>stunting</em> (<em>p value</em> = 0,028), terdapat hubungan antara sikap ibu dengan kejadian <em>stunting</em> (<em>p value</em> = 0,017) dan terdapat hubungan antara pola makan anak dengan kejadian <em>stunting</em> (<em>p value</em> = 0,045) dengan perilaku pencegahan stunting (<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan Pengetahuan, Sikap Ibu dan Pola Makan Anak Dengan Kejadiang Stunting Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang</p> <p>Kata Kunci<strong> </strong>: Pengetahuan, Sikap Ibu, Pola Makan Anak, <em>Stunting.</em></p>2024-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal.itkesmusidrap.ac.id/JIKI/article/view/855HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA GRAVIDARUM DI PUSKESMAS ASKA KABUPATEN SINJAI2025-01-01T10:39:35+08:00Ristaa Ristaaristaita444@gmail.com<p>Salah satu permasalahan dunia saat ini adalah Anemia selama kehamilan adalah masalah kesehatan dengan berbagai faktor risiko salah satunya status gizi. Selama kehamilan masalah gizi sangat berdampak pada ibu dan janin, sehingga sangat diperlukan perhatian khusus. Status gizi yang kurang selama kehamilan dapat menyebabkan ibu hamil kekurangan gizi yang akan berdampak terjadi anemia.</p> <p>Tujuen penelitian ini adalah untuk mengetahui hibungan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Aksa</p> <p>Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Aska Kabupaten Sinjai Tahun 2023 sebanyak 189 orang</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63 ibu hamil berdasarkan status gizi pada kelompok ibu hamil dengan status gizi tidak mengalami KEK sebanyak 45 responden mayoritas tidak mengalami anemia gravidarum sebanyak 34 responden (75.6%) dan 11 responden (4.4%) yang mengalami anemia. Pada kelompok ibu hamil dengan status gizi KEK sebanyak 18 responden mayoritas mengalami anemia sebanyak 12 responden (66.7%) dan yang tidak mengalami anemia sebanyak 6 responden (33.3%). Pada uji statistic menggunakan Uji Chi-Square diperoleh niai p-value = 0.003. berdasarkan nilai p-value maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga bisa disimpulkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia gravidarum di Puskesmas Aska Kab. Sinjai. Disarankan kepada petugas kesehatan Meningkatkan caring dalam memantau ststus kesehatan ibu hamil melalui pemeriksaan antenatal sesuai standar dan deteksi dini faktor risiko kehamilan</p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Status Gizi dan Anemia Gravidarum</p>2024-12-31T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##